40 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan

Al Habib Segaf bin Ali Alaydrus dalam kitabnya “Ithaful Ikhwan” menyebutkan 40 sunah di Bulan Ramadhan.

1. Makan Sahur
Disunahkan bagi yang akan berpuasa untuk makan sahur. Telah banyak hadits yang menganjurkan untuk melakukan sahur dan menjelaskan bahwa di dalam makanan sahur terdapat keberkahan.

2. Disunahkan untuk menjadikan kurma sebagai salah satu menu sahur .
Nabi SAW bersabda: Sebaik-baiknya makanan sahur orang beriman adalah kurma. (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban dan Shahihnya)

3. Mengakhirkan sahur
Disunahkan mengakhirkan makan sahur sampai mendekati Waktu Shubuh asalkan jangan terlalu akhir sehingga kita ragu apakah waktu sahur masih tersisa atau tidak.

Rasulullah SAW bersabda: Umatku akan selalu berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. (HR Ahmad)

Adapun mengakhirkan sahur sampai ragu apakah waktu sahur masih ada, itu tidak dianjurkan. Waktu sahur di mulai sejak tengah malam (Yaitu pertengahan antara waktu Maghrib dan waktu Shubuh) sampai sebelum Fajar.

4. Menentukan waktu imsak (jarak antara selesai sahur dan adzan shubuh)
Disunahkan untuk membuat jarak waktu pemisah antara waktu sahur dan adzan Shubuh (waktu imsak). Jangan sampai ia masih makan sahur ketika Adzan Shubuh berkumandang. Read More …

Hasil Lomba Adzan Remaja

Alhamdulillah, telah selesai acara lomba adzan remaja tingkat RW 10 Perumahan Puri Bukit Depok dengan khidmat dan lancar. Semoga melalui lomba ini, semakin memperkuat hati kita untuk senantiasa mengajak kepada kebaikan dan syiar islam. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Semoga Allah SWT membalasnya dengan Read More …

Peringatan Isra Mi’raj 1439 H

Alhamdulillah, acara peringatan Isra Mi’raj dan Tarhib Ramadhan 1439 H berlangsung dengan khidmat dan lancar, didahului dengan gerakan shubuh berjamaah. Semoga menjadi amal baik untuk kita semua, dan dikabulkan apa yang diniatkan. Insya Allah berjumpa lagi dalam gerakan subuh berjamaah selanjutnya. Aamiin.

Lomba Adzan Remaja

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Insya Allah akan diadakan lomba adzan tingkat remaja yang melibatkan DKM se-Puri Bukit Depok. Pada:

Hari Kamis, 10 Mei 2018
Pukul 07.00 (Ba’da Tarhib Ramadhan) s.d. Selesai

📌 Masjid Al Madinah Puri Bukit Depok

Adapun Ketentuan lomba adzan adalah:
1. Peserta lomba adalah perwakilan resmi DKM yang ada di lingkungan RW 10
2. Masing DKM hanya diperbolehkan mengirim maks 3 peserta
3. Peserta adalah remaja putra SMP SMA Read More …

Tarhib Ramadhan 1439 H

Bagaimana caranya kumpul lagi bersama dengan yg di cinta?

Hadirilah “Peringatan Isra Mi’raj sekaligus Tarhib Ramadhan”
Dengan tema : MASUK SURGA SEKELUARGA

🎤 Ust Lukmanul Hakim (Kepala Desa Bantarsari /kepala desa terbaik se-kab. BOGOR sekaligus Trainer)
🗓 Kamis , 10 Mei 2018
⏰ Shubuh Berjamaah (pkl. 04.45)
📌 Masjid Al Madinah Puri Bukit Depok Read More …

Al Maidah 7

Allah Swt. berfirman mengingatkan hamba-hamba-Nya yang mukmin akan semua nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka dalam syariat yang telah ditetapkan-Nya untuk mereka, yaitu berupa agama Islam yang agung ini; dan Dia mengutus kepada mereka rasul yang mulia, serta apa yang telah diambil-Nya dari mereka berupa perjanjian dan kesediaan untuk berbaiat kepada rasul, bersedia mengikutinya, menolong dan mendukungnya, menegakkan agamanya dan menerimanya, serta menyampaikannya (kepada orang lain) dari dia.

Dan ingatlah karunia Allah kepada kalian dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan-Nya dengan kalian, ketika kalian mengatakan, “Kami dengar dan kami taati.” (Al-Maidah: 7)

Baiat inilah yang dimaksud ketika mereka mengucapkannya kepada Rasulullah Saw. saat mereka masuk Islam. Saat itu mereka mengatakan, “Kami berjanji setia kepada Rasulullah Saw. untuk mendengar dan menaatinya dalam keadaan kami sedang bersemangat dan dalam keadaan kami sedang tidak bersemangat Kami mengesampingkan kepentingan pribadi kami dan tidak akan menentang perintah yang dikeluarkan oleh ahlinya,” Read More …

Al Anfal 24

Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu surat yang paling besar dari Al-Qur’an sebelum aku keluar dari Masjid ini.’ Rasulullah Saw. bangkit untuk keluar dari masjid, lalu saya mengingatkan janji beliau itu.”

Mu’az mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Khubaib ibnu Abdur Rahman, bahwa ia pernah mendengar Hafs ibnu Asim menceritakan hal berikut dari Abu Sa’id, bahwa ada seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi Saw. yang mengatakan surat yang dimaksud di atas, yaitu firman Allah Swt. yang mengatakan: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (Al-Fatihah: 2) hingga akhir surat. Itulah yang dimaksud dengan sab’ul masani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dalam salat).

Demikianlah menurut lafaz yang diketengahkannya berikut huruf-hurufnya tanpa ada yang dikurangi. Pembahasan mengenai hadis ini telah disebutkan dalam tafsir surat Al-Fatihah berikut semua jalur periwayatannya. Read More …

Mukmin yang Utama

Ibnu Majah meriwayatkan dalam hadits berderajat hasan. Hadits ini dari Ibnu Umar, bahwa ada seorang Anshar yang menghadap Rasulullah saat Ibnu Umar duduk bersama beliau.

“Wahai Rasulullah, orang mukmin manakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya.” Orang itu bertanya lagi, “Mukmin manakah yang paling cerdas?” Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak baik persiapannya menghadapi kehidupan setelah mati. Read More …

An Nuur 63

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa dahulu mereka mengatakan, “Hai Muhammad, hai Abul Qasim!” Kemudian Allah SWT. melarang mereka melakukan hal tersebut sebagai penghormatan kepada Nabi-Nya. Nabi Saw. bersabda, “Ucapkanlah oleh kalian, “Hai Nabi Allah, hai Rasulullah’.” Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid dan Sa’id ibnu Jubair.

Qatadah mengatakan bahwa Allah memerintahkan demikian agar Nabi-Nya disegani, dihormati, dimuliakan, dan dianggap sebagai pemimpin (mereka).

Muqatil telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Janganlah kalian jadikan panggilan Rasul di antara kalian seperti panggilan sebagian kalian kepada sebagian (yang lain). (An-Nur: 63) Yakni janganlah kalian menyebutnya ‘hai Muhammad’ bila kalian, memanggilnya, janganlah pula kalian menyebutnya ‘hai anak Abdullah’, tetapi muliakanlah dia dengan sebutan ‘hai Nabi Allah, hai Utusan Allah’.

Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam sehubungan dengan makna firman-Nya: Janganlah kalian jadikan panggilan Rasul di antara kalian seperti panggilan sebagian kalian kepada sebagian (yang lain). (An-Nur: 63) Allah memerintahkan kepada mereka agar memuliakannya. Ini merupakan suatu pendapat yang pengertiannya sesuai dengan makna lahiriah ayat. Read More …

Al-Hujurat 15-16

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman. Hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu. Dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”(Al-Hujurat: 15)

“Katakanlah (kepada mereka), ‘Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu)?’ Padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.” (Al-Hujurat: 16)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Gailan, telah menceritakan kepada kami Rasyidin, telah menceritakan kepada kami Amr ibnul Haris, dari Abus Samah, dari Abul Hais’am, dari Abu Sa’id r.a. yang mengatakan bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda: Orang-orang mukmin di dunia ini ada tiga macam, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah; dan orang (mukmin) yang dipercayai…. Read More …