Az Zumar 45

“Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, kesal lah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat. Dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.” (Az-Zumar: 45)

Mujahid mengatakan bahwa isyma-azzat artinya mengerut;
menurut As-Saddi artinya tidak suka;
menurut Qatadah artinya kafir dan sombong;
dan menurut Malik dari Zaid ibnu Aslam, artinya menjadi sombong.

Yakni tidak mau mengikuti dan tidak mau tunduk kepadanya, maka hati mereka tidak mau menerima kebaikan, dan barang siapa yang tidak menerima kebaikan, berarti menerima keburukan. Read More …

At Taubah 18

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. At Taubah : 18).

Termasuk dalam memakmurkan rumah Allah, adalah dengan membangunnya. Ada dua macam memakmurkan masjid; konkrit dan abstrak. Konkritnya adalah dengan membangun masjid atau merawatnya setelah selesai pembangunan (berkaitan dengan fisik). Kemudian abstraknya adalah, memakmurkan masjid dengan amalan-amalan sholih, seperti sholat berjamaah, i’tikaf, menggunakan masjid untuk majlis-majlis ilmu, menbaca Al Quran dst. Read More …

Al Baqarah, 165

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS Al Baqarah : 165)

Allah menyebutkan keadaan kaum musyrik dalam kehidupan di dunia dan apa yang bakal mereka peroleh di negeri akhirat, disebabkan mereka menjadikan tandingan-tandingan dan saingan-saingan serta sekutu-sekutu yang mereka sembah bersama Allah, dan mereka mencintai tandingan-tandingan itu sebagaimana mereka mencintai Allah. Padahal kenyataannya Allah adalah Tuhan yang tiada yang wajib disembah selain Dia. Tiada lawan, tiada tandingan, dan tiada sekutu bagi-Nya.

Sebagian Mufassirin mengatakan bahwa makna ayat ini ialah, “Seandainya mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri siksaan tersebut, niscaya mereka mengetahui saat itu bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya.”Dengan kata lain, hanya Dia sematalah yang berhak menghukumi, tiada sekutu baginya; dan bahwa segala sesuatu itu berada di bawah keperkasaan-Nya, kekuatan-Nya, dan kekuasaan-Nya. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya. Read More …

Muhammad, 16-19

“Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu, mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat nabi), “Apakah yang dikatakannya tadi?” Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.” (Muhammad: 16)

“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.” (Muhammad: 17)

“Maka tidaklah yang mereka tunggu tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (Muhammad: 18)

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.” (Muhammad: 19)

Allah Swt. berfirman, menceritakan perihal orang-orang munafik dalam kebodohan dan keminiman pemahaman mereka, mengingat mereka sering duduk bersama Rasulullah SAW. dan mendengarkan ucapannya, tetapi mereka tidak dapat menangkap sesuatu pun darinya. Read More …

At-Taubah ayat 41

“Berangkatlah kalian, baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan diri kalian di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. ”

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari ayahnya, dari Abud Duha Muslim ibnu Sabih sehubungan dengan makna ayat ini, yaitu firman-Nya:

“Berangkatlah kalian, baik dalam keadan merasa ringan ataupun merasa berat.” (At-Taubah: 41)

Ayat ini adalah ayat yang mula-mula diturunkan dari surat Bara’ah. Read More …

Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur

Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).

Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang – orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

Setelah dikuburkan dan orang – orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.” Read More …

Al Quran Kitab Hidayah Bukan Teks Nyanyian

1. Al Quran diturunkan untuk menjadi panduan hidayah “hudan linnaas” bukan untuk menjadi teks nyanyian. Maka siapa yang memaksa Al Quran menjadi semata teks nyanyian itu telah mengeluarkan Al Quran dari tujuan aslinya.

2. Setiap yang takalluf “pemaksaan di luar fitrah” itu diharamkan dalam Islam. Nabi pernah marah kepada sahabat yang takalluf ingin puasa tanpa berbuka, shalat malam tanpa tidur dan hidup tanpa menikah. Maka melagukan bacaan Al Quran sampai ke tingkat takalluf untuk ikut langgam jawa misalnya sehingga keluar dari cara membaca dan tujuan diturunkannya seperti yg Allah dan Rasulnya ajarkan itu haram hukumnya.

3. Ada kaidah syariat : mempertimbangkan antara manfaat dan mafsadah (pengrusakan). Maka setiap yang mafsadahnya lebih besar diharamkan dalam Islam. Diharamkannya khamar oleh Allah adalah karena mafsadahnya lebih besar, sekalipun ada juga manfaatnya. Silahkan pertimbangkan antara mafsadah dan manfaat dalam melagukan Al Quran dengan langgam jawa. Kita saja sebagai bangsa marah kalau lagu kebangsaan Indonesia Raya dilagukan dengan langgam jawa. Itu kita anggap penghinaan terhadap negara. Apalagi Al Quran.

Klik tombol Read More untuk melanjutkan. Read More …

Undangan Tabligh Akbar

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Bersama ini diberitahukan kepada seluruh jamaah Masjid Al Madinah dan warga sekitar Perumahan Puri Bukit Depok, bahwa akan dilaksanakan Pengajian Akbar dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada:
Hari/tanggal : Minggu 8 Januari 2017
Pukul : 09.00 – Selesai
Tempat : Masjid Al Madinah
Pembicara : Ust. H Riza Muhammad. (Sinetron Pesantren Rock n Roll)

Tema yang diambil pada peringatan kali ini adalah

“Dengan Meneladani Rasulullah SAW, Mari Kita Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah” Read More …