Al Quran Kitab Hidayah Bukan Teks Nyanyian

1. Al Quran diturunkan untuk menjadi panduan hidayah “hudan linnaas” bukan untuk menjadi teks nyanyian. Maka siapa yang memaksa Al Quran menjadi semata teks nyanyian itu telah mengeluarkan Al Quran dari tujuan aslinya.

2. Setiap yang takalluf “pemaksaan di luar fitrah” itu diharamkan dalam Islam. Nabi pernah marah kepada sahabat yang takalluf ingin puasa tanpa berbuka, shalat malam tanpa tidur dan hidup tanpa menikah. Maka melagukan bacaan Al Quran sampai ke tingkat takalluf untuk ikut langgam jawa misalnya sehingga keluar dari cara membaca dan tujuan diturunkannya seperti yg Allah dan Rasulnya ajarkan itu haram hukumnya.

3. Ada kaidah syariat : mempertimbangkan antara manfaat dan mafsadah (pengrusakan). Maka setiap yang mafsadahnya lebih besar diharamkan dalam Islam. Diharamkannya khamar oleh Allah adalah karena mafsadahnya lebih besar, sekalipun ada juga manfaatnya. Silahkan pertimbangkan antara mafsadah dan manfaat dalam melagukan Al Quran dengan langgam jawa. Kita saja sebagai bangsa marah kalau lagu kebangsaan Indonesia Raya dilagukan dengan langgam jawa. Itu kita anggap penghinaan terhadap negara. Apalagi Al Quran.

Klik tombol Read More untuk melanjutkan. Read More …